Raymanuell

Blog Inpirasi.

LightBlog

Postingan

Kamis, 08 Agustus 2019

Agustus 08, 2019

Mengasihi dengan cara Allah mengasihi.



Catatan : "Tulisan ini adalah pemberian bagi para pembaca, karena saya merasa bahagia mempelajari ayat ini. Saya bukanlah orang yang sempurna, mohon untuk tidak menghakimi ketika saya gagal nanti. Akan tetapi, saya berpikiran teman-teman saya perlu mengetahui hal ini. Oleh karena itulah saya mempost di blog ini. Selamat membaca. " - Penulis.

1 Yohanes 4:8 (TB)  Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. 

Disuatu ketika, saya bertanya mengenai ayat ini "Lantas bagaimana dengan orang dunia yang tidak mengenal Allah? Tidak kah mereka saling mengasihi?". 
Lalu saya memeriksa asal kata "mengasihi" dari ayat ini. 

mengasihi : agapaō (Yunani)
I. (mengasihi) Seseorang
   A. Menyambut dengan senang hati, menghibur, untuk dikasihi, untuk dicintai. 

Lalu Tuhan membukakan sesuatu kepada saya. "Mengasihi yang Aku ingini adalah mengasihi dengan menyambut mereka dengan sukacita, menerima mereka apa adanya, sebagaimana Aku menerima orang berdosa." 

Mengasihi cara Allah adalah mengasihi dan menyambut mereka dengan sukacita. Mengasihi cara Allah adalah menerima mereka apa adanya, sebagaimana Allah menerima orang berdosa. Mengasihi cara Allah adalah menemukan pribadi untuk merasakan kasih-Nya.  

Lantas bagaimana dengan kelemahan mereka? Tugas kita adalah mendoakan mereka. 

Bersyukurlah jika Allah menunjukkan kelemahan mereka, dengan demikian kita dapat mendoakan mereka. 

Untuk mengasihi seseorang dengan menyambut mereka dengan sukacita, kita perlu mengerti bagaimana kasih Allah terhadap kita. 

Allah adalah kasih, mungkinkah Dia tidak mengasihi? Tentu saja tidak. Saya percaya iblis membuat manusia berpikiran sebaliknya tentang Allah. 

Perenungan tentang kasih Allah terhadap kita adalah cara terbaik untuk memampukan kita mengasihi sesama. 

Bagaimana cara iblis membuat kita membenci sesama? Adalah membuat kita melihat lebih dan lebih lagi kelemahan dan kesalahan sesama kita. Lantas bagaimana mengubah itu menjadi berkat bagi kita? Adalah dengan cara mendoakan kesalahan mereka. Jika kita tidak ingin mendoakan, alasan yang baik untuk kita supaya tidak membenci mereka bukan? 

Aplikasi : Marilah kita mendoakan kesalahan dan kelemahan sesama kita, jikalau kita benar-benar mengasihi mereka. Tuhan Yesus Memberkati. 

Rabu, 31 Juli 2019

Juli 31, 2019

Hidup Manusia



Matius 4:4 (TB) Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."

Manusia tidak hidup dari roti saja. Manusia dan hidupnya ditentukan dari perkataan Allah tentang dirinya. 

Terkadang manusia, ketika tidak makan rasanya mau mati saja, dan hal itu wajar. Akan tetapi ketika dia hidup dan telah makan, malah rasanya tidak hidup, tidak tahu mau kemana dan diapakan hidupnya. Dan hal itu tentulah tidak wajar. Itulah kenapa Tuhan berkata manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah. 


Makanan adalah pemenuhan dari kebutuhan jasmani. Akan tetapi firman Tuhan di 1 Tesalonika 5:23 berkata kita tidak hanya terdiri dari tubuh saja, melainkan jiwa dan roh juga. 


"Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita."
 - 1 Tesalonika 5:23 (TB)


Selama ini, tentu kita memenuhi kebutuhan jasmani kita dengan roti atau makanan. Akan tetapi, bagaimana dengan jiwa kita yang membutuhkan kasih sayang, dan roh kita yang membutuhkan firman Tuhan? Sudahkah kita memenuhi kebutuhan jiwa dan roh kita? Atau masihkah kita mengharapkan cinta kasih dari manusia yang juga membutuhkan kasih sayang, dan lebih mendengarkan suara teman kita yang belum tentu sesuai dengan firman Tuhan?
 
Roma 8:6 berkata:

"Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. " -Roma 8:6 (TB)

Ada kekosongan dalam hati manusia yang hanya dapat di isi oleh cinta kasih Penciptanya, Yaitu Tuhan Yesus Kristus yang telah membuktikan cinta kasih-Nya di kayu salib. Terkadang manusia sadar akan kekosongan dalam dirinya, dan berusaha mengisi dengan segala sesuatu yang bersifat dunia. Akan tetapi, masih saja merasa kosong. Bahkan, keadaannya lebih parah dari sebelumnya. Penuh sengsara dan kekecewaan. Penuh penderitaan, kehancuran, kekacauan. Apapun yang terjadi, Tuhan Yesus dapat memulihkan dan memiliki rencana yang indah. 

Tuhan Yesus Kristus ingin menjalin hubungan dengan manusia. Melalui kematian-Nya, Ia menebus dan menguduskan manusia agar dapat dan layak memanggil-Nya. Allah ingin memiliki hubungan yang indah kepada setiap anak-Nya dengan cara mengirimkan Anak-Nya. 

Apakah Anda menginginkan hubungan yang indah itu? 
Jikalau Anda menginginkan hubungan yang indah itu, Anda dapat mengucapkan doa ini dengan bersuara.

Bapa di sorga. Bapa yang kami sembah di dalam nama Anak-Nya Tuhan Yesus Kristus. Terimakasih atas firman-Mu. Terlebih dari itu terimakasih atas Anak-Mu Tuhan Yesus Kristus. Bapa, aku percaya Yesus Kristus telah mati bagi seluruh dosa-dosaku. Saat ini, Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamatku. Masuklah Roh Kudus-Mu, dan pimpinlah aku selalu. Perbaharuilah aku dari waktu ke waktu. Di dalam nama Anak-Mu Tuhan Yesus Kristus aku telah berdoa kepada-Mu. Amin.

Selamat! Ketika Anda mengucapkan doa tadi, Anda telah di jadikan anak-anak Allah dan telah memiliki hubungan yang baru dengan Tuhan Allah. Dan ketika Anda terjatuh ke dalam dosa, ketahuilah bahwasannya Allah tidak lagi marah terhadap Anda. Kasih-Nya dan kehadiran-Nya konstan di dalam hidup Anda.

Efesus 1:7 (TB)  Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya,

Pengampunan-Nya terhadap Anda dan saya tidak berdasarkan seberapa banyak kesalahan kita, akan tetapi seberapa banyak kasih-Nya untuk kita!. Ketahuilah, tidak ada kasih yang menandingi kasih Bapa di sorga akan kita di dunia ini. Ketika Anda terjatuh, berlarilah kepada-Nya. Bahu-Nya dan dada-Nya siap memeluk Anda dengan kasih setia. Selamat memiliki hubungan yang baru.

Tuhan Yesus Memberkati. Shalom.

Selasa, 30 Juli 2019

Juli 30, 2019

Kasir di Indomaret ini licin


Kasir di Indomaret ini licin.
Hari ini saya membeli ultramilk dengan harga Rp.6.100. Lalu saya menyerahkan uang Rp.100.000 ke kasir pria yang berusia kira-kira 25 tahun.
" Ada uang 2 ribu bang?"
" Ada" ujar saya.
Lalu kemudian dia mengembalikan uang saya sejumlah Rp.95.000.
Berjalan keluar sembari berpikir kenapa dia minta uang 2 ribu dan mengembalikan kembalian Rp. 95.000?
Lalu saya berjalan masuk dan berkata
" Bang, susu nya Rp.7000"?
"Iya bang" jawabnya.
" Tapi saya lihat harganya Rp.6.100"
" Ooh, mungkin ada perubahan harga bang hehe" ekspresi gugup tergambar di wajahnya.
Kemudian dia berjalan ke tempat penyimpanan uang.
"Ada uang seribu abang? Biar balik dua ribu."
Haha, semua ini terasa konyol. Pikirku demikian.
" Enggak ada bang" ujar saya demikian.
" Ambil permen aja bang"
Lalu saya melihat permen bertangkai (lolipop)
" Ini berapa bang?"
"Itu 2 ribu bang hehe. " ujarnya.
" Jadi gimana bang? " tanya saya demikian.
" Gak papa bang, ambik aja"

Singkat cerita saya mengambil permen dengan harga Rp.2.000 di tambah susu Rp.6.100 dengan harga Rp.7.000. Wah, saya masih beruntung ternyata.

Saran saya : Berhati-hatilah berbelanja di supermarket. Usahakan minta struk pembelian.

Senin, 01 Juli 2019

Juli 01, 2019

Bang Jugito Simaremare, Sosok Pria Rendah Hati.




Puji Tuhan! Akhirnya bisa menulis kembali. Hehe. Setelah libur, kembali saya menulis di blog yang mungkin sudah karatan ini hehe. Bercanda. Yo guys, kali ini saya akan menceritakan sosok teman di dalam hidup saya. Namanya Bang Jugito Simaremare, S.E.

Awal berjumpa saya dengan abang ini di Medan, tepatnya setelah saya bergabung dengan sebuah paduan suara di Universitas saya, Universitas Negeri Medan.

Bercerita tentang abang ini, seseorang pria (ya saya tahu) yang penuh pesona (kata-kata ini hanyalah pembuka semata) Juga rendah hati. Pria berusia 23 tahun ini, adalah pria yang takut akan Tuhan. Sekian lama berteman, ketika dia masih kuliah, abang ini sering menjadi penasihat rohaniku sebelum aku lahir baru (Mulai berbicara tentang rohani deh).

Pernah mencintai seseorang yang dia kasihi, sebut saja namanya Bunga (nama inisial), yang sepertinya tidak mencintai dia (sepertinya) Hingga pada akhirnya, cintanya pun bertepuk sebelah kaki, eh sebelah tangan. (Siapapun Anda yang merasa, yang sedang membaca, tolong mengertilah kepadanya.).

Banyak nasihat-nasihat yang aku peroleh, khususnya dunia percintaan, dimana saya belum tahu apa-apa (haha). Maklumlah, dulu saya seseorang yang sering terluka sebelum saya mengenal Tuhan saya. 😁

Setelah tamat kuliah, perjuangan abang ini mencari kerja bukanlah mudah. Seperti pada umumnya, dia sering mendapat bully (termasuk dari saya), seperti "Masih zaman pengangguran? " (Guys, kata-kata ini hanya bisa dilontarkan kepada teman dekat Anda. Kalau belum jangan yah guys.) Sebenarnya kata-kata ini adalah balasan dari ejekan dia yang berkata kepada saya "Masih zaman ngerjain tugas? " ketika dia melihat saya mengerjakan tugas.


Waktu berlalu, (memang akan selalu berlalu), akhirnya beliau mendapatkan pekerjaan di suatu perusahaan perkebunan kelapa sawit Asian Agri (Puji Tuhan) kota Pekanbaru lebih tepatnya di kebun sawit sebagai kepala tata usaha.

Bercerita tentang kehidupan rohani, jujur saja saya tidak lagi mengetahui bagaimana kehidupan rohaninya, setelah dia merantau di tanah jawa, eh tanah Pekanbaru. Seseorang pria yang biasanya selalu berdiskusi denganku, telah hilang di telan di telan jarak dan waktu (Bercanda : Beliau masih hidup.) Lagu kesukaan yang paling sering di putar : "Never be enough".

Sesuatu yang kudapatkan dari abang ini :
"Apapun yang terjadi, tetaplah rendah hati."

Apapun yang terjadi, kiranya Tuhan selalu memberkati dan menjagamu disana bang!. Hehe.

"Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan."

Kamis, 13 Juni 2019

Juni 13, 2019

Bagaimana jika saya katakan "Tuhan masih punya rancangan?"


Keadaan yang mendesak, hati yang terluka, jiwa yang terluka, perasaan yang sedih, nampaknya keadaan suram dan tak ada masa depan. Namun, bagaimana jika saya katakan "Tuhan masih punya rancangan".

Yesaya 55:8 (TB) Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.

Ketika Tuhan membuat rencana atas hidup kita, saya katakan "rancangan-Nya sungguh sempurna" meskipun nampaknya tidak demikian, akan tetapi Tuhan masih bekerja.

Yeremia 29:11 (TB) Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Saya katakan kepada Anda "Rancangan damai sejahtera kita bukan ada pada diri kita, tetapi pada diri Tuhan." Apapun keadaan Anda dan saya, saya yakin Tuhan masih bekerja dan menyediakan segala sesuatu yang terbaik bagi anak-anak-Nya.

Teruslah berharap kepada-Nya. 

Rabu, 05 Juni 2019

Juni 05, 2019

Dapatkah seseorang kehilangan keselamatannya?



Shalom!
Beberapa waktu lalu saya berdebat dengan bapak-bapak. Bisa di bilang perdebatan ini terjadi secara tidak sengaja. Karena adanya kekeliruan baik disengaja atau tidak sengaja oleh bapak ini, akhirnya terjadilah perdebatan antara saya dengan dia.

Tentu saja dia lebih tua daripada saya. Akan tetapi, jika dia menentang kebenaran, maka hal itu tidak boleh dibiarkan begitu saja oleh saya.

Percakapan demi percakapan, akhirnya saya mengerti dan tahu tujuan bapak ini. Satu pertanyaan telak dari saya, dimana dia harus menjawab "Ya" atau "Tidak" terjadi. Berikut pertanyaannya "Jadi, dengan demikian bapak berkata seseorang dapat kehilangan keselamatannya oleh perbuatannya meskipun dia telah menerimanya dengan iman?." Akhirnya dia berkata "Pertanyaan ini menjebak saya, saya tidak dapat menjawabnya." Lalu saya berkata "Jika demikian, saya juga tidak bisa (melanjutkan diskusi ini) sampai disini diskusinya." Lalu saya menyalamnya dan berpaling dari nya.

Mari kita lihat apa yang Alkitab katakan tentang keselamatan ini.

"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah
itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri." -Efesus 2:8-9 (TB) (Penekanan ditambahkan)

Keselamatan hanya diperoleh berdasarkan iman. 

Apa itu iman?
Alkitab mendefenisikan iman pada Ibrani 11:1. Akan tetapi, mari kita melihat arti iman dalam konteks ayat ini. Iman dalam ayat ini berasal dari kata Yunani yaitu pistis. 

Pistis/iman:
"Persuasi, yaitu kepercayaan; keyakinan moral (kebenaran agama, atau kebenaran Tuhan atau guru agama), terutama bergantung kepada Kristus untuk keselamatan;. . " 

Penggunaan kata iman dan kaitannya dengan Kristus:
"Keyakinan yang kuat dan terbuka bahwa Yesus adalah Mesias, yang melaluiNya kita memperoleh keselamatan kekal dalam kerajaan Allah." Sumber: Blue Letter Bible

Dapatkah Anda menemukan kata "perbuatan" dari penjelasan iman di atas? Tentu saja tidak!. Dapatkah Anda menemukan kata "ketaatan" dalam penjelasan iman di atas? Tentu saja tidak!.

Perbuatan Anda tidak dapat membuat Anda memperoleh keselamatan, demikian juga perbuatan Anda tidak dapat membuat Anda kehilangan keselamatan. 

Kasih Karunia pada Efesus 2:8 berasal dari kata charis (Yunani) yang artinya;

"Apa yang memberi sukacita, kesenangan, manis, pesona, keindahan: rahmat bicara."
Sumber: Blue Letter Bible

Itu berarti jikalau Anda mendengarkan tentang kasih karunia, atau keselamatan yang hanya karena iman, tetapi tidak mendatangkan sukacita, kesenangan, manis di dengar, pesona, dan keindahan bagi Anda, dan malah meragukan keselamatan Anda, itu bukanlah kasih karunia dan itu bukanlah dari Allah. Saran saya cepat-cepat menjauh dari padanya!. 


Selanjutnya mari kita lihat arti "pekerjaan" dalam konteks ayat ini. Kata "pekerjaan" dalam ayat ini berasal dari kata ergon (Yunani) yang artinya;

"Apa yang dinamakan hasil, apa yang dicapai dengan tangan, seni, atau pikiran."
Sumber: Blue Letter Bible. 

Teman, jikalau Anda ingin mendapatkan keselamatan berdasarkan usaha Anda sendiri, matilah di kayu salib!. Mengapa? Karena Tuhan Yesus sendiri mati untuk menyelamatkan Anda dan saya. 

Siapapun pribadi yang berkata Anda harus memperoleh keselamatan berdasarkan perbuatan, orang itu harus mati di kayu salib, dicambuk, diadili di muka umum, dan disiksa. Tidak hanya itu, orang itu juga harus ditelanjangi, diberi mahkota duri di kepalanya, lalu dipukulkan kepalanya. 
Sebab jikalau mungkin hukum Taurat menyelamatkan manusia, Yesus Kristus yang adalah Anak Allah, tidak perlu mati di kayu salib, tidak perlu merasakan kesakitan yang seluar biasa itu dalam ke-Manusiaan-Nya untuk menanggung dosa-dosa manusia. 

Allah menyediakan satu-satunya jalan keselamatan melalui kematian Anak-Nya di kayu salib. 


"Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya." - 1 Yohanes 5:11 (TB) (Penekanan ditambahkan)

Keselamatan hanya diperoleh karena iman, yaitu "Keyakinan yang kuat dan terbuka bahwasannya Yesus Kristus adalah Mesias, yang melaluiNya kita memperoleh keselamatan kekal dalam kerajaan Allah. "

"Tetapi bagaimana dengan Yakobus 2:17 ?"

"Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati." - Yakobus 2:17 (TB)

Mari kita lanjutkan satu ayat setelah ayat ini ☺. 

"Tetapi mungkin ada orang berkata: "Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan", aku akan menjawab dia: "Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan [dengan kata lain kita tidak dapat menunjukkan iman kita kepada sesama tanpa perbuatan] , dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku." - Yakobus 2:18 (TB) (Penekanan di tambahkan)

Perbuatan kita hanya menunjukkan iman kita kepada sesama dan bukan kepada Tuhan. 

Kita hanya memperoleh keselamatan dengan percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat kita, dan melalui Dia sajalah kita memperoleh keselamatan. 

Selamat=sõ-zõ (Yunani):
"Untuk membebaskan kita dari penghukuman penghakiman Mesianik." 
Sumber: Blue Letter Bible

Dengan kata lain, ketika kita percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, kita tidak lagi turut dihakimi, melainkan dibebaskan dan disambut oleh-Nya. Haleluya!. Saya berdoa supaya Anda bertemu saya kelak di dalam kerajaan-Nya. Amin.

Saya berdoa kiranya kebenaran ini membebaskan Anda, dan siapa saja yang membaca percaya kepada Nama-Nya. Amin. 

Jikalau Anda belum menerima Kristus dan ingin menerima Dia sebagai Tuhan dan Jurselamat, Anda dapat mengucapkan doa ini bersama saya:

"Bapa di Sorga, terimakasih atas kasih karunia-Mu yang besar bagiku. Engkau memberikan Anak-Mu, Yesus Kristus mati bagi seluruh dosa-dosaku. Maka sekarang Ya Bapa, aku percaya bahwasannya Yesus Kristus telah mati bagi seluruh dosa-dosaku, dan telah bangkit pula sebagai kebenaranku. Sekarang, Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamatku. Biarlah Roh Kudus-Mu diam dalam hatiku, dan memimpinku selalu. Amin."

Ketika Anda mengucapkan doa diatas, maka Anda dipindahkan oleh Allah dari kegelapan ke dalam kerajaan Anak-Nya. Bukan hanya itu saja, Anda memiliki hidup kekal dan kebenaran Allah dalam Dia, Yesus Kristus, juga dimateraikan dengan Roh Kudus. Amin.

See You Again! God bless 😊

Bacaan Alkitab : Efesus 2:19, Yakobus 2:17-18, 1 Yohanes 5:11.

*Jika postingan ini menguatkan dan meneguhkan Anda, Anda dapat membagikannya kepada teman Anda.

Senin, 03 Juni 2019

Juni 03, 2019

Catatan Blog Penulis

Hey Guys!
Shalom!

Perkenalkan nama saya Ray Immanuel Manurung. Mungkin ada beberapa di antara Anda sering membaca tulisan di blog saya. Bagaimana rasanya? Simpan dalam hati saja. Hehe.

But, semua itu telah berlalu. Aku yang dulu over pede, egois, penuh dosa, hedonis, setidaknya sudah berubah menjadi seorang pribadi yang lebih baik. Pribadi yang penuh visi dengan tujuan panggilan ilahi.

Tunggu postingan saya selanjutnya, dan ketahui apa yang membuat seorang pemuda seperti saya yang dulunya "bandel", gak mau tahu, menjadi suatu pribadi yang lebih tenang dan lebih baik dari sebelumnya.

Shalom!.